Tim nasional Maroko tampil tangguh di Foxborough, Massachusetts. Mereka dipimpin oleh kapten Achraf Hakimi yang tetap menjadi starter. Sang bek bermain hanya beberapa jam setelah pengadilan memutuskan dirinya harus menjalani sidang kasus pemerkosaan. Maroko kembali mengandalkan ketajaman Ismael Saibari untuk menundukkan Skotlandia dengan skor tipis 1-0 pada Jumat malam.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Ismael Saibari mencetak gol cepat pada menit kedua pertandingan. Pemain asal klub PSV Eindhoven itu memanfaatkan umpan matang dari Brahim Diaz. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan mutlak bagi Maroko. Sebelumnya, Ismael Saibari juga mencetak gol saat Maroko bermain imbang 1-1 melawan Brasil pada laga perdana grup.
Maroko kini mengonfirmasi posisi mereka di papan atas. Lions de l'Atlas telah mengumpulkan empat poin dari dua pertandingan. Hasil ini membuat satu kaki mereka sudah berada di babak 16 besar. Mereka dapat menghadapi laga terakhir Grup C melawan Haiti di Atlanta dengan penuh ketenangan.
Langkah Skotlandia terasa sangat berat dalam laga ini. Sebelumnya, mereka merayakan kembalinya mereka ke Piala Dunia setelah absen selama 28 tahun dengan mengalahkan Haiti 1-0. Namun, Maroko berada di level yang berbeda. Tim semifinalis Piala Dunia 2022 di Qatar tersebut tampil jauh lebih dominan. Skotlandia kesulitan mengimbangi kualitas teknik para pemain Maroko.
Gillette Stadium dipenuhi oleh suporter kedua tim. Pendukung Maroko dan Tartan Army saling berbalas yel-yel. Namun, kelompok pendukung Maroko yang akhirnya berpesta. Mereka membungkam ribuan fan Skotlandia yang telah memeriahkan kota Boston dengan lagu-lagu mereka selama beberapa hari terakhir.
Suporter Skotlandia kini mengalihkan fokus ke laga berikutnya. Mereka akan melakukan perjalanan ke Miami untuk menghadapi tantangan besar. Skotlandia harus menantang Brasil yang diperkuat Vinicius pada hari Rabu. Mereka wajib menang demi meraih tiket bersejarah ke fase gugur untuk pertama kalinya.
Achraf Hakimi menjadi pusat perhatian di lapangan. Otoritas hukum Prancis baru saja mengonfirmasi bahwa sang kapten harus diadili atas kasus pemerkosaan. Meski demikian, pemain Paris Saint-Germain itu tampil tanpa beban. Penonton Skotlandia terus menyorakinya setiap kali ia menguasai bola di sisi kanan pertahanan.
Brahim Diaz memberikan kontribusi lewat satu assist penting. Namun, performa penyerang Real Madrid itu dinilai kurang efisien sepanjang laga. Ia sering kehilangan bola dan salah mengambil keputusan di lini depan. Publik masih mengingat kegagalan penaltinya pada final Piala Afrika 2025 lalu.
Ismael Saibari menjadi ancaman paling berbahaya bagi pertahanan Skotlandia. Pemain yang dikabarkan akan bergabung dengan Bayern Munich musim depan itu hampir menggandakan keunggulan. Tembakannya membentur mistar gawang pada menit ke-50 setelah berbelok arah akibat mengenai pemain lawan.
Maroko gagal menambah keunggulan hingga akhir laga. Skotlandia sempat memberikan tekanan pada menit-menit akhir pertandingan. Namun, lini belakang Maroko tetap tampil solid. Tim asuhan Walid Regragui ini mengontrol penuh jalannya pertandingan dan menatap fase berikutnya dengan rasa percaya diri yang tinggi.