Persahabatan antara Kylian Mbappé dan Achraf Hakimi telah terjalin selama lima tahun terakhir. Keduanya akan kembali bertemu di lapangan dalam laga Piala Dunia 2026 mendatang. Hubungan mereka tidak hanya terlihat saat berada di luar lapangan, tetapi juga tetap terjaga meskipun harus saling berhadapan sebagai rival di turnamen internasional.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Saat Prancis menghadapi Maroko pada semifinal Piala Dunia 2022, keduanya tidak menyembunyikan kedekatan mereka. "Kami terus berbicara selama 1,5 jam. Kami bahkan merencanakan liburan saat permainan sedang berlangsung di sisi lain lapangan," ujar Mbappé dalam acara The Bridge tahun lalu. Selama turnamen tersebut, mereka rutin berkomunikasi dan menghabiskan waktu bersama.
Meskipun kini membela klub yang berbeda, di mana Mbappé bergabung dengan Real Madrid pada 2024, mereka tetap menjaga komunikasi. Pertemuan di Piala Dunia 2026 ini akan menjadi konfrontasi kelima bagi kedua pemain yang kini berusia 27 tahun tersebut. Mereka pertama kali menjadi rekan setim saat Hakimi bergabung dengan PSG pada 2021.
Awal pertemuan mereka di Paris sempat terkendala bahasa. "Saya baru pulang dari Euro dan mengiriminya pesan selamat datang. Pochettino memberi tahu saya bahwa Hakimi seusia dengan saya dan kami akan cocok. Namun, saat bertemu di kantin, dia tidak mengerti apa pun karena saya mengira orang Maroko bisa berbahasa Prancis," kenang Mbappé.
Hambatan bahasa tersebut segera teratasi karena kemampuan bahasa Spanyol Mbappé. Rekan setim mereka, Alexandre Letellier, mengenang betapa cepatnya mereka menjadi akrab. "Rasanya seperti mereka sudah saling kenal sejak lama. Mereka selalu bersama, baik di sauna, kolam renang, maupun di luar sesi latihan," ungkap Letellier.
Di balik keceriaan tersebut, hubungan mereka sempat diuji oleh kasus hukum yang melibatkan Achraf Hakimi. Sang pemain telah menghadapi tuduhan pelanggaran serius sejak 2023. Meskipun proses hukum masih berlanjut hingga ke tingkat banding, Mbappé tetap memberikan dukungan moril kepada sahabatnya tersebut.
Dalam pemeriksaan kepolisian, Mbappé sempat memberikan keterangan mengenai karakter Hakimi. Namun, pernyataan tersebut sempat memicu kontradiksi dalam proses pengadilan terkait deskripsi perilaku tertentu. Meski demikian, Mbappé telah memberikan klarifikasi tertulis pada bulan Mei lalu untuk meluruskan kesalahpahaman istilah yang digunakan.
Bagi Hakimi, dukungan dari tim nasional dan penggemar Maroko membuatnya tetap tenang. Menjelang pertemuan di Piala Dunia, keduanya tampak santai menghadapi sorotan publik. "Saya pikir dia sudah mengirim pesan kepada saya," ujar Mbappé dengan santai setelah kemenangan Prancis atas Paraguay, menunjukkan bahwa persahabatan mereka tetap utuh di tengah tekanan besar.