Sejak melangkah masuk ke lapangan di Boston saat melawan Skotlandia, Achraf Hakimi langsung disambut cemoohan pertamanya. Setiap sentuhan bolanya diiringi suara siulan nyaring dari tribun penonton. Ribuan suporter Skotlandia memadati stadion dan melontarkan komentar tidak ramah kepada pemain Paris Saint-Germain tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Pengumuman mengenai persidangan kasus dugaan pemerkosaan yang dirilis pada pagi hari sebelum pertandingan tidak luput dari perhatian para pendukung Skotlandia. Berdasarkan situasi ini, tidak mengejutkan jika ia akan menerima intimidasi serupa di tempat lain pada masa mendatang. Hal ini memicu pertanyaan apakah performa Hakimi yang kurang efektif dan jarang memberikan kontribusi krusial saat melawan Skotlandia dipengaruhi oleh masalah hukumnya.
Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, menanggapi isu sensitif ini dengan sangat tenang dan tanpa keagresifan. Menurut Mohamed Ouahbi, sang pemain tampil dengan baik dan tetap tenang di lapangan. "Apakah Anda melihat pertandingan itu? Dia bermain bagus jadi dia berada di sana dengan tenang. Dia memotivasi tim pagi ini. Achraf Hakimi sangat penting bagi saya, tim, dan 42 juta rakyat Maroko," ujar sang pelatih.
Pemain Maroko lainnya memberikan respons yang beragam terkait situasi kapten mereka. Ismael Saibari memilih untuk tidak berkomentar, sementara Chemsdine Talbi mengaku tidak mendengar siulan tersebut. "Saya tidak mendengar cemoohan itu, tetapi Hakimi adalah pemain berpengalaman dan saya tidak melihatnya terganggu," kata Chemsdine Talbi.
Di Maroko, masalah ini menjadi perbincangan hangat di media sosial dan diskusi publik. Masyarakat Maroko membela bintang mereka dan menganggap kasus ini sebagai bentuk konspirasi. Momentum keputusan hukum yang keluar di tengah bergulirnya Piala Dunia 2026 juga memicu ketegangan yang tinggi.
Amine Raad, seorang jurnalis dari media Le Matin, mengungkapkan keheranannya atas waktu pengumuman tersebut. "Kami tidak mengerti mengapa hal ini terjadi hari ini sebelum pertandingan. Di negara kami, dia adalah bintang utama dan citra sepak bola Maroko yang sekarang terserang," tutur Amine Raad. Ia menambahkan bahwa publik Maroko tidak bisa membayangkan Hakimi terlibat dalam kasus asusila karena menyangkut kehormatan negara.
Dukungan penuh mengalir dari seluruh elemen masyarakat negara Afrika Utara tersebut. Berdasarkan keterangan seorang insan media setempat, publik Maroko menganggap kasus ini sebagai serangan langsung terhadap sang pemain. "Bagi kami sederhana saja, negara menganggap ini adalah sebuah konspirasi. Masyarakat menganggap ini serangan terhadapnya. Di tempat kami, kami tidak terlalu memedulikan hal itu, kami melihat kasus Dani Alves, pemain Brasil yang akhirnya dibebaskan setelah empat tahun," ucapnya sambil menutup dengan kalimat, "Ini adalah harga dari sebuah kesuksesan."
Di sekitar stadion, ribuan suporter Maroko mengenakan jersi bernomor punggung Hakimi dan meneriakkan dukungan untuk pahlawan nasional mereka. Tagar khusus bahkan dibuat di media sosial untuk mendukung kapten timnas tersebut. Salah seorang penggemar dengan marah menyatakan bahwa Hakimi harus meninggalkan Prancis karena tidak pernah mendapat masalah saat bermain di Italia, Jerman, atau Spanyol.
Sebagian pendukung lainnya memilih fokus pada turnamen sepak bola akbar ini tanpa memedulikan pemberitaan media. Di sisi lain, seorang jurnalis mengungkapkan bahwa Achraf Hakimi telah membuat pernyataan di media sosialnya yang menyebutkan bahwa ia akan dengan senang hati memberikan versi faktualnya sendiri terkait kasus ini. Masalah hukum ini kini telah resmi menjadi sorotan utama di tengah gelaran Piala Dunia yang berlangsung di Amerika Serikat.